RANGKAIAN LOGIKA SEKUENSIAL DAN KOMBINASIONAL
NAMA : ADINDA AYU WARDANI
KELAS : X TKJ B
rangkaian logika
Gerbang Logika adalah Rangkaian
dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya
menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah. Gerbang logika beroprasi dengan bilangan Biner, sehingga disebut juga Gerbang Logika Biner, dalam gerbang logika terdapat Tegangan Tinggi yang berati 1 sedangkan Tegangan Rendah yang berati 0.
Gerbang Logika terbagi menjadi 2 :
1.Gerbang Logika Inverter (Pembalik) contohnya Gerbang Logika NOT (NOT Gate)
2.Gerbang Logika Non-Inverter contohnya Gerbang Logika AND,OR,NAND,NOR,XO,XNOR
Macam - Macam Gerbang Logika beserta gambar gerbang logika dan tabel kebenarannya sebagai berikut :
1.Gerbang AND
Gerbang AND akan berlogika 1 atau keluarannya akan berlogika 1 apabila semua masukan atau inputannya berlogika 1, namun apabila semua / salah satu masukannya berlogika 0 maka outputnya akan berlogika 0.
Tabel kebenaran
2.Gerbang OR
Gerbang OR akan berlogika 1 apabila salah satu atau semua inputan yang dimasukkan bernilai 1 dan apabila keluaran yang di inginkan berlogika 0 maka inputan yang dimasukkan harus bernilai 0 semua.
3.Gerbang NOT
Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (Inverter), yang mana outputnya akan bernilai terbalik dengan inputannya.
7.Gerbang XNOR
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive NOR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila semua inputannya sama, namun apabila inputannya berbeda maka akan memberikan output berlogika 0.
Gerbang Logika terbagi menjadi 2 :
1.Gerbang Logika Inverter (Pembalik) contohnya Gerbang Logika NOT (NOT Gate)
2.Gerbang Logika Non-Inverter contohnya Gerbang Logika AND,OR,NAND,NOR,XO,XNOR
Macam - Macam Gerbang Logika beserta gambar gerbang logika dan tabel kebenarannya sebagai berikut :
1.Gerbang AND
Gerbang AND akan berlogika 1 atau keluarannya akan berlogika 1 apabila semua masukan atau inputannya berlogika 1, namun apabila semua / salah satu masukannya berlogika 0 maka outputnya akan berlogika 0.
![]() |
| Gambar Gerbang Logika AND |
Input A
|
Input B
|
Output
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
![]() | |||
| Rangkaian Listrik Ekuivalen Gerbang AND |
Gerbang OR akan berlogika 1 apabila salah satu atau semua inputan yang dimasukkan bernilai 1 dan apabila keluaran yang di inginkan berlogika 0 maka inputan yang dimasukkan harus bernilai 0 semua.
Tabel kebenaran
Input A
|
Input B
|
Output Y
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
![]() |
| Gambar Gerbang Logika OR |
![]() |
| Rangkaian Listrik Ekuivalen Gerbang OR |
Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (Inverter), yang mana outputnya akan bernilai terbalik dengan inputannya.
Tabel kebenaran
Input
|
Output Y
|
0
|
1
|
1
|
0
|
![]() |
| Gambar Gerbang Logika NOT |
![]() |
| Rangkaian Listrik Ekuivalen Gerbang NOT |
4.Gerbang NAND
Gerbang
NAND akan bernilai / outputnya akan berlogika 0 apabila semua
inputannya bernilai 1 dan outpunya akan berlogika 1 apabila semua atau
salah satu inputannya bernilai 0.
Tabel kebenaran
Input A
|
Input B
|
Output Y
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
![]() |
| Gambar Gerbang Logika NAND |
![]() |
| Rangkaian Listrik Ekuivalen Gerbang NAND |
5.Gerbang NOR
Gerbang
NOR merupakan gerbang logika yang outputnya akan berlogika 1 apabila
semua inputannya bernilai 0, dan outpunya akan berlogika 0 apabila semua
atau salah satu inputannya inputannya berlogika 1.
Tabel kebenaran
Input A
|
Input B
|
Output Y
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
![]() |
| Gambar Gerbang Logika NOR |
![]() |
| Rangkaian Listrik Ekuivalen Gerbang NOR |
6.Gerbang XOR
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive OR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila inputannya berbeda, namun apabila semua inputanya sama maka akan memberikan keluarannya 0.
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive OR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila inputannya berbeda, namun apabila semua inputanya sama maka akan memberikan keluarannya 0.
Tabel kebenaran
Input A
|
Input B
|
Output Y
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
![]() |
| Gambar Gerbang Logika XOR |
![]() |
| Rangkaian Listrik Gerbang XOR |
Gerbang XOR merupakan kepanjangan dari Exclusive NOR yang mana keluarannya akan berlogika 1 apabila semua inputannya sama, namun apabila inputannya berbeda maka akan memberikan output berlogika 0.
Tabel kebenaran
Input A
|
Input B
|
Output Y
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
![]() |
| Rangkaian Listrik Gerbang XNOR |
RANGKAIAN LOGIKA SEKUENSIAL DAN KOMBINASIONAL
I. Rangkaian sekuensial
Rangkaian sekuensial adalah
adalah rangkaian logika yang kondisi keluarannya dipengaruhi oleh
masukan dan keadaan keluaran sebelumnya atau dapat dikatakan rangkaian
yang bekerja berdasarkan urutan waktu. Ciri rangkaian logika sekuensial
yang utama adalah adanya jalur umpan balik (feedback) di dalam
rangkaiannya.
- Flip-flop
Flip-flop adalah rangkaian utama dalam logika sequensial. Counter,
Register,Memory, serta rangkaian sequensial lainnya disusun dengan
menggunakan flipflop sebagai komponen utama. Flipflop adalah rangkaian
yang mempunyai fungsi pengingat (memory). Artinya rangkaian ini mampu
melakukan penyimpanan data sesuai dengan kombinasi masukan yang
diberikan kepadanya. Ada beberapa macam flipflop yang akan dibahas yaitu
RS flipflop, JK flipflop, D flipflop, dan T flipflop. Ciri utama dari
flipflop adalah keluaran Q dan Q’ adalah selalu berlawanan / stabil
(jika Q = 0 maka Q’ = 1, Jika Q = 1 maka Q’ =0). Karena kondisi dua
keadaan stabil ini rangkaian flipflop dinamakan juga dengan rangkaian
bistabil.
- counter
Rangkaian Counter (penghitung) adalah logika sekuensial yang dapat
dipergunakan untuk menghitung jumlah pulsa masuk dan dinyatakan dengan
bilangan biner. Sesuai dengan namanya 4 BIT Binary Counter adalah suatu
rangkaian logika yang terdiri dari 4 buah Flip-Flop yang mampu
melaksanakan perhitungan sampai bilangan 16.
- Register
Register adalah memori berukuran sangat kecil dengan kecepatan akses
sangat tinggi. Register digunakan untuk menyimpan data dan instruksi
yang sedang diproses, sementara itu data dan instruksi lainnya yang
menunggu giliran diproses akan disimpan dalam main memory
- Memori
Memori adalah pusat dari operasi pada sistem komputer modern, berfungsi
sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga
sebaik-baiknya. Memori adalah array besar dari word atau byte, yang
disebut alamat.
II. Rangkaian kombinasional
Rangkaian kombinasional adalah
rangkaian yang outputnya hanya tergantung pada input ”pada saat itu”.
Pada prinsipnya, rangkaian kombinasional merupakan penerapan dan
penerjemah langsung dari aljabar boole, yang biasanya dinyatakan sebagai
fungsi logika. Operator logika yang digunakan dalam aljabar boole
adalah inversi/negasi (NOT), perkalian logika (AND), penambahan logika
(OR). Contoh dari rangkaian kombinasional :
- Enkoder
Enkoder adalah rangkaian logika kombinasional yang berfungsi untuk
mengubah atau mengkodekan suatu sinyal masukan diskrit menjadi keluaran
kode biner.
- Dekoder
Rangkaian Dekoder mempunyai sifat yang berkebalikan dengan Enkoder yaitu
merubah kode biner menjadi sinyal diskrit. Sebuah dekoder harus
memenuhi syarat perancangan m < 2 n . Variabel m adalah kombinasi
keluaran dan n adalah jumlah bit masukan. Satu kombinasi masukan hanya
dapat mewakili satu kombinasi keluaran.
- Multiplexer
Rangkaian logika kombinasional Multiplexer atau disingkat MUX adalah
alat atau komponen elektronika yang bisa memilih input (masukan) yang
akan diteruskan ke bagian output (keluaran). Pemilihan input mana yang
dipilih akan ditentukan oleh signal yang ada di bagian kontrol (kendali)
Select.
- Demultiplexer
Rangkaian logika kombinasional Demultiplekser adalah Komponen yang
berfungsi kebalikan dari MUX. Pada DEMUX, jumlah masukannya hanya satu,
tetapi bagian keluarannya banyak. Signal pada bagian input ini akan
disalurkan ke bagian output (channel) yang mana tergantung dari kendali
pada bagian SELECTnya.














Komentar
Posting Komentar